Cara Menghitung Bunga Deposito

Cara Menghitung Bunga Deposito Dengan Cepat Dan Tepat

Posted on

Cara menghitung bunga deposito Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, serta lembaga keuangan lainnya bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Hal tersebut wajib diketahui bagi Anda yang akan melakukan investasi dibeberapa lokasi. Supaya tidak merasa dirugikan oleh pihak penyedia, Anda bisa menggunakan Rumus dan langkah-langkah yang akan Kami sajikan di dalam artikel ini. Oleh karenanya, silahkan simak penjelasannya hingga selesai.

Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa deposito merupakan simpanan yang tidak bisa diambil atau ditarik sewaktu-waktu meski sedang membutuhkan sejumlah dana. Tapi tidak perlu khawatir karena Anda akan diberi sebuah “imbalan” yang lebih tinggi dibandingkan jenis tabungan biasa. Perbedaan deposito dan tabungan ialah terletak pada saat akan dilakukan penarikan uang. Jika Anda menyimpannya dalam bentuk tabungan, Anda bisa mengambilnya kapanpun Anda mau. Namun jika menyimpan uang pada layanan deposito, Anda hanya bisa mengambilnya sesuai dengan tenor yang sudah disepakati bersama. Untuk itu, deposito bisa dijadikan pilihan yang tepat guna mengatur keuangan untuk melengkapi kebutuhan jangka panjang.

Suku bunga deposito yang direkomendasikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) disesuaikan dengan jumlah uang yang dideposit. Di Indonesia, untuk membuka tabungan deposito dana yang diperlukan umumnya berkisar antara Rp 8-10 Juta. Tapi ada juga Bank yang membolehkan nasabahnya membuka dengan dana sebesar Rp 1 juta saja. Sebab ketentuan dan kebijakan setiap Bank berbeda-beda. Untuk itu, Kami sarankan agar memilih deposito yang memang sudah terjamin keamanannya.

Pilihan jangka waktu atau tenor untuk deposito pun bervariasi, yaitu mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Perlu Anda ketahui bahwa semakin lama tetnor yang dipilih, maka suku bunga yang diberikan akan semakin tinggi. Sebab itulah banyak nasabah yang memilih tabungan deposito karena selain aman, juga minim kerugian. Bagaimana, menarik bukan?.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Sebelum membuka tabungan deposito, perlu Anda ketahui bahwa jenis deposito ada 2 macam, yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito. Perbedaan dari kedua jenis tersebut terletak pada kepemilikannya. Simpanan dana deposito berjangka hanya bisa ditarik oleh pembuatnya dan tidak bisa dipindahtangankan bahkan diperjualbelikan. Berbeda dengan sertifikat deposito yang bisa dipindahtangankan dan diperjualbelikan. Sebab, pada sebuah sertifikat biasanya tercatat nama pemilik sehingga bisa dialihkan berdasarkan hak milik secara sah.

Perbedaan lain dari kedua jenis deposito tersebut di atas ialah pada saat pembayaran bunga yang diberikan oleh tempat penyedia deposio. Untuk deposito berjangka, waktu pembayaran bunga dilakukan ketika jangka waktu penyimpanan dana sudah berakhir atau jatuh tempo. Sedangkan untuk sertifikat deposito akan dibayar di awal karena memang menggunakan aset berharga nasabah. Wahh unik kan?, segeralah buka rekening deosito sekarang juga.

Berdasarkan uraian di atas, cara menghitung bunga deposito didasarkan pada 3 hal penting, yaitu:

  1. Jumlah setoran saat pembukaan rekening deposito (Tier)
  2. Jangka waktu penyimpanan dana tabungan deposito (Tenor)
  3. Pajak

Baca Juga :

Setoran awal pembukaan rekening deposito

Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas bahwasanya rekening deposito bisa dibuka dengan jumlah setoran awal sebesar 8-10 juta rupiah. Nilai tersebut berlaku pada sebagian bank terbesar di Indonesia, seperti Bank BRI dan Mandiri. Namun jika Anda membuka rekening tabungan deposito melalui e-banking, cukup dengan uang sebesar Rp 1 juta saja. Sedangkan batas maksimal deposito tidak ditetukan. Apabila Anda menginginkan jaminan keamanan yang diberikan oleh LPS, maka disarankan tabungan deposito maksimal sebesar 2 Milyar per orang per Bank.

Apakah Anda belum memiliki Pengalaman membuka deposito?. Untuk itu, Kami sarankan pilih saja dengan nominal setoran awal paling rendah. Supaya Anda tidak kaget jika dilain waktu terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Disamping itu juga sebagai sarana belajar dalam mengatur keuangan untuk masa depan.

Tenor Tabungan Deposito

Kita tahu bahwa tenor merupakan jangka waktu yang diberikan oleh lembaga keuangan dalam layanan tabungan, dalam hal ini ialah deposito. Setiap Bank atau lembaga keuangan yang berbadan hukum syariah maupun BUMN memberikan tenor yang berbeda-beda. Meskipun begitu, Anda bisa memilih jangka waktu selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan, 24 bulan (2 tahun), serta 36 bulan (3 tahun).

Pentingnya simulasi cara menghitung bunga deposito menggunakan jangka waktu disebabkan karena semakin lama penyimpanan dalam bentuk deposito, maka suku bunga yang diberikan semakin tinggi. Misalnya, suku bunga pada tenor 12 bulan akan lebih rendah jika dibandingkan dengan tenor 36 bulan. Sebab, ada selisih 1,26% dari kedua tenor tersebut dimana masing-masing suku bunga deposito yang diberikan sebesar 5% dan 6,25%

Pajak

Penetapan pajak deposito diputuskan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 26/PMK.010/2016 yang isinya tentang pemangkasan dana untuk pajak penghasilan (PPh) perorangan, perusahaan, ataupun badan hukum. Pembayaran PPh berlaku progresif, proporsional, dan atau regresif. Pemberian pajak 7,5% berlaku bagi nasabah yang memiliki deposito dengan tenor 1 bulan, dan 5% jika tenor yang diajukan selama 3 bulan. Pajak 0% alias bebas pajak berlaku jika Anda mengajukan tenor deposito minimal 6 bulan.

Cara Menghitung Bunga Deposito Dengan Cepat Dan Tepat

Supaya lebih mempersingkat waktu dan mempermudah simulasi perhitungan bunga deposito secara mudah, sederhana, cepat, dan tepat, silahkan Anda pahami contoh soal berikut ini:

Bapak Andre akan membuka tabungan deposito di bank bni dengan setoran awal sebesar Rp 5 Juta, sedangkan  Ibu Andre hanya Rp 10 Juta. Tenor atau jangka waktu yang mereka pilih selama 3 bulan. Pemilihan tenor tersebut dikarenakan suku bunga yang diberikan cukup tinggi, yaitu sebesar 7,5%. Berapa suku bunga yang mereka peroleh sebelum genap 3 bulan?.

Rumus Cara menghitung bunga deposito:

  • Bunga deposto (peri bulan) = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x Tenor : 12
  • Bunga deposito (per hari) = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari : 365

Note: Bunga deposito selama 12 bulan adalah 7,5%. Oleh sebab itu, simpanan dana (tabungan) yang jumlahnya lebih dari Rp 7,5 Juta harus dikurangi dengan 20% dari 7,5% yaitu sebesar 1,5%. Sehingga, bunga deposito yang akan diperoleh secara riil menggunakan tenor 12 bulan dengan jumlah tabungan di atas Rp 7,5 Juta adalah 6%.

Simulasi bunga deposito milik Bapak Andre:

Suku bunga deposito (per bulan) = Rp 5.000.000 x 7,5% x 3 : 12 = Rp 93.750,00

Simulasi bunga deposito milik Ibu Andre:

Suku bunga deposito (per bulan) = Rp10.000.000 x 6% x 3 : 12 = Rp150.000,00

Dilihat dari perhitungan bunga deposito diatas diperoleh bahwa Bapak Andre akan memperoleh bunga deposito selama tiga bulan sebesar Rp 93.750,00. Sedangkan Ibu Andre memperoleh bunga deposito per bulan mencapai Rp150.000,00.

Jika Bapak Andre dan Ibu Andre ingin mengetahui bunga yang akan mereka dapatkan setiap harinya (asumsi 1 bulan = 30 hari, dan 1 tahun = 365 hari), berikut ini cara menghitungnya.

Suku Bunga deposito = Rp 5.000.000 x 7,5% x 90 : 365 = Rp 92.465,75 (Bapak Andre)

Suku Bunga deposito = Rp 10.000.000 x 6% x 90 : 365 = Rp 147.945,21 (Ibu Andre)

Baca Juga :

Kelebihan Dan Kekurangan Deposito

Setelah memahami contoh soal cara menghitung bunga deposito di atas, perlu Anda ketahui juga bahwa semua produk bank baik milik Pemerintah ataupun yang berbadan hukum Syariah terdapat kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, silahkan simak uraiannya di bawah ini:

Kelebihan atau Keuntungan Tabungan Deposito

  • Nasabah lebih bisa mengatur keuangan pribadi secara rapih dan tidak boros.
  • Bisa dijadikan investasi jangka panjang karena sangat minim resiko bahkan tidak ada.
  • Merupakan bentuk simpanan uang terbaik dan paling aman.
  • Bisa dijadikan untuk pembiayaan haji atau umrah, karena nasabah tidak bisa mengambil simpanan secara suka-suka. Jika sudah jatuh tempo, bisa diperpanjang lagi, begitu dan seterusnya.
  • Bisa dijadikan untuk membantu pembiayaan pembangunan rumah atau biaya pendidikan Anak di masa mendatang tanpa harus mengajukan pinjaman.
  • Jangka waktu bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Kekurangan atau Kerugian Tabungan Deposito

  • Tidak bisa mengambil tabungan deposito secara suka-suka.
  • Jika dilakukan penarikan deposito sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan penalti.
  • Suku bunga yang diberikan tidak selalu lebih besar dibandingkan jenis tabungan biasa.
  • Tingkat return deposito lebih rendah jika dibandingkan dengan investasi saham.
  • Bunga yang diberikan oleh tempat penyedia deposito berhubungan langsung dengan inflasi.
  • Tidak ada peningkatan nilai dari investasi deposito yang Anda buka.
  • Nasabah tidak bisa langsung terjun terhadap pengelolaan dana simpanan ke dalam tabungan deposito.

Demikianlah pembahasan yang dapat kami sampaikan mengenai gambaran singkat tentang cara menghitung bunga deposito. Apabila Anda akan membuka rekening tabungan deposito, gunakanlah rumus menghitung deposito yang sudah kami sebutkan di atas. Tentukan tenor dan setoran awalnya supaya bisa memberikan banyak keuntungan serta kesejahteraan. Selamat berinvestasi tanpa mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *